Selasa, 19 Februari 2013

HDPE Geomembrane, Petani Garam dan Dahlan Iskan

DAHLAN ISKAN: Petani Garam Didorong Terapkan Geomembran




Compact_petani_garam

BANDUNG—Menteri BUMN mendorong petambak garam lokal agar menggunakan teknologi geomembran yang terbukti dapat meningkatkan produksi (kualitas dan kuantitas) seperti yang diterapkan PT Garam.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan hasil produksi garam di daerah Madura meningkat signifikan setelah menerapkan teknologi geomembran dalam proses bertambak garam.

“Rencananya teknologi serupa [geomembran] akan diterapkan di tambak garam di daerah NTT karena kawasan tersebut memiliki musim panas yang lebih lama [9 bulan],” katanya di Bandung, Rabu (14/11/2012).

Dahlan menuturkan lemahnya penyerapan garam lokal khususnya untuk keperluan industri disebabkan garam lokal belum memenuhi standar kualitas garam yang ditentukan. Hal itu, tidak lepas dari proses budidaya yang masih menggunakan cara tradisional (nonteknologi).

“Padahal kebutuhan garam untuk industri mencapai 1,2 juta ton per tahun, dan hingga saat ini masih mengandalkan garam impor,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon Supardi mengungkapkan penerapan teknologi geomembran jelas sangat dibutuhkan petambak garam khususnya di Kabupaten Cirebon karena kualitas lahan tambak yang tidak merata (lumpur dan pasir) membuat proses pengolahan lebih lama sampai bisa menghasilkan garam.

“Dengan teknologi geomembran tentu hasil produksi bisa lebih merata karena proses budidayanya menggunakan media [terpal] dan tidak langung bersentuhan dengan tanah tambak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (Apgasi) Jawa Barat M Taufik menegaskan teknologi geomembran sebagian telah diterapkan di tambak garam di Jawa Barat khususnya Kecamatan Suranenggala dan Kapetakan Kabupaten Cirebon.

Dia menjelaskan peningkatan produksi garam dengan geomembran bisa dua kali lebih banyak jika dibandingkan dengan budidaya tradisional, yakni bisa mencapai 150-200 ton per hektare, sedangkan dengan cara tradisional produksinya hanya 70-90 ton per hektare.

“Petambak garam di Jabar belum semua menerapkan teknologi geomembran karena perlu investasi yang cukup besar sekitar Rp21 juta per hektare,” ungkapnya.

Taufik bersama sejumlah petambak garam di daerah Kecamatan Suranenggala dan Kapetakan Kabupaten Cirebon telah memadukan berbagai teknologi budidaya garam seperti teknologi ulir, ramsol, geomembran dan bunker yang menyempurnakan teknologi geomembran.

Menurut dia,  teknologi geomembran dari PT Garam sebenarnya kurang maksimal dalam proses penguapan air tambak. “Dengan teknologi bunker, kelemahan yang dimiliki geomembran [proses penguapan] bisa diatasi,” tegasnya. (k3/k29/msb)
Dari tulisan diatas kita menyadari bahwa Indonesia yang negara kepulauan dan memiliki lautan yang kaya garam masih tetap import garam.

Kupasan MH29 – Garam Membranisasi

Kutipan MH29 – Dahlan Iskan
“Tekad baru: hidup yang polos-polos saja”

Kalau dari sekitar 20.000 hektar ladang garam di seluruh Indonesia bisa diberikan membran 10 persennya saja, hasilnya bisa mencapai 1,7 juta ton/tahun. Sudah melebihi keperluan garam untuk manusia Indonesia.
Membran adalah sejenis plastik yang dihamparkan di tambak garam. Dengan dihampari membran, keuntungannya dobel: proses pembuatan garamnya lebih cepat (air lautnya lebih panas sehingga lebih cepat menguap), dan semua garamnya menjadi garam kelas satu.
Tanpa membran, lapisan garam yang paling bawah pasti tercampur tanah dan lumpur. Ini membuat sekian persen garam menjadi garam kelas tiga. Sulit dijual. Murah pula harganya. Di Madura saja kini ada 350.000 ton garam jenis ini. Menumpuk. Tidak ada yang beli. Isunya pun negatif: BUMN tidak mau beli garam rakyat.
Membran adalah hope baru bagi petani garam. Ini juga belum banyak diketahui.
http://dahlanis.com/2012/06/03/tekad-baru-hidup-yang-polos-polos-saja.html
%—————————-%
Apa itu Geomembran?
Geomembran terbuat dari bahan polimer yang menghasilkan lembaran fleksibel yang kuat dan terdiri dari berbagai jenis ketebalan. Penyambungan antar panel Geomembran dilakukan dengan cara pengelasan.
Geomembran memiliki daya tahan terhadap cuaca, sinar ultraviolet, bahan kimia serta jamur yang biasanya terkandung dalam tanah sehingga sangat efektif bila digunakan untuk reservoir.
Termasuk golongan impermeable geosintetik yang umumnya terbuat dari HDPE (High Density Polyethylene) sejenis polymer dengan ketebalan rata2 1 mm atau lebih. Selain itu, GCL (Geosynthetic Clay Liner) juga merupakan geosintetik jenis impermeable dengan fungsi yg sama dengan geomembran yaitu lining/sealing. Yang membedakan dua material ini adalah komposisi, karakteristik fisik (koefisien permeabilitas, berat jenis, dll) dan jenis desain infrastruktur. Kelebihan geomembran sendiri adalah:
- Tahan terhadap larutan kimia (seperti H2SO4)
- Daya tahan terhadap elongasi/kemuluran akibat deformasi tanah dasar
- Tahan terhadap retak/pecah dan anti-UV
- Index leleh yg relatif tinggi
- Dapat dikombinasikan dengan berbagai desain struktur
http://indomigas.wordpress.com/geosintetik-geosynthetic/geomembran/
%—————————-%
Teknologi Tingkatkan Produksi Garam
IST DIJEMUR MATAHARI: Petani tampak mengumpulkan butiran-butiran garam.
JAKARTA – Pemanfaatan teknologi geomembran telah terbukti berhasil meningkatkan produksi garam. Hingga akhir Juli 2012, PT Garam–(Persero) telah memproduksi sekitar 30 ribu ton garam. Produksi ini seluruhnya berasal dari lahannya di Sumenep, Pamekasan, dan Sampang, ketiga wilayah itu berada di Kabupaten Madura, Jawa Timur.
“Lahan milik PT Garam yang sudah menggunakan teknologi geomembran telah menghasilkan garam sejak awal Juni lalu. Kalau tidak ada lahan yang menggunakan teknologi ini, produksi garam tidak mungkin sekitar 30 ribu ton hingga Juli ini,” kata Kepala Biro Umum PT Garam (Persero) Farid Zahid kemarin (29/7). Penggunaan teknologi geomembran di lahan garam berupa pemberian lapisan yang terbuat dari semacam plastik di meja kristalisasi, yaitu lahan garam yang disiapkan untuk produksi garam.
Dengan demikian, lapisan garam yang paling bawah tidak tercampur tanah dan lumpur. Tanpa geomembran, lapisan paling bawah garam akan tercampur dengan tanah. Ini membuat sekian persen garam menjadi garam kelas tiga. Garam kualitas rendah itu sulit dijual dan murah pula harganya. “Mulai tahun ini kami menerapkan teknologi geomembran pada sebagian lahan, sehingga produksi garam akan meningkat,” kata Farid.
Ia optimis PT Garam bisa memproduksi garam sesuai target yang ditetapkan pada tahun ini, yakni sebanyak 400 ribu ton. Direktur Keuangan dan Marketing PT Garam (Persero) Yulian Lintang mengatakan, kebutuhan garam nasional diperkirakan mencapai 3 juta ton per tahun. Rinciannya, untuk garam industri 1,6 juta ton dan kebutuhan konsumsi 1,4 juta ton.
Garam industri 100 persen impor dari Australia, karena dalam negeri belum bisa memproduksi. Sedangkan konsumsi atau ritel produksi garam nasional hanya 1,1 juta ton. Sisa kekurangan dipenuhi garam impor dari India dan Australia. “Penggunaan geomembran bakal dilakukan di 600 hektare (ha) lahan tambak milik kami. Saat ini, pelaksaannya baru di lahan 200 hektare. Teknologi itu bakal meningkatkan kapasitas produksi 60 persen,” katanya. (dri)
http://www.indopos.co.id/index.php/index-berita-bisnis-dan-investasi/62-bisnis-reviews/26377-teknologi-tingkatkan-produksi-garam.html

Kami menyediakan geomembrane HDPE dengan berbagai merk serta ketebalan sesuai dengaan kebutuhan. Kami juga menyediakan jasa pemasangannya. Silakan hubungi :

Segera hubungi:

Ahmadrudy
+62 896 8417 0791, +62 823 1074 2585 (WA)
ahmadrudy@hotmail.com


WARGA TEHNIK MEKANIKA
021 849 99 139, 021 849 99 361
Fax. 021 849 98 927
Jalan Dr Ratna no.1001-5, Jatibening
Bekasi 17421


http://geomembrane-hdpe.blogspot.co.id/
http://proyekpipahdpe.blogspot.co.id/
http://pipahdpe.blogspot.co.id/
http://hdpepipa.blogspot.co.id/


Visit our websites:

Google+ : https://plus.google.com/103059452828817834281/posts
Facebook : http://www.facebook.com/pipape100
Blog : http://pipahdpehitam.blogspot.com
Website :
www.infratek.net

1 komentar:

rudy permadi mengatakan...

Untuk info PIPA dan GEOMEMBRAN HDPE, silakan hubungi:
Rudy Permadi
0816 877 518, 0813 8189 7820
rudy_prmd@yahoo.com

Silakan kunjungi website kami:
GAPURA FAJAR LANGGENG
ILMU PIPA HDPE
MESIN BUTT FUSION
WARGA TEHNIK MEKANIKA
PROYEK BIOGAS
HARGA PIPA HDPE
MESIN HDPE

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes